hari ini, 2 Januari 2016. tanpa sengaja aku menemukan surat yang kau kirim 10 tahun lalu ibu, tepatnya bulan maret 2006, dalam suratmu engkau mengatakan bahwa aku jangan nakal, harus nurut dengan kakak, kau ingin aku masuk smp 19 dan kau mengatakan jangan lupa merawat bungamu.
10 tahun telah berlalu bu, aku sudah belajar dengan sungguh-sungguh, aku sudah besar, aku sudah kuliah dan aku tetap tidak dapat menatapmu, tidak dapat menyentuhmu dan tidak dapat memelukmu.
andaikan engkau tau ibu, aku sangan merindukanmu, teramat sangat rindu hingga aku tak mampu membendungnya.
tumbuh menjadi satu-satunya wanita diantara pria-pria adalah hal sulit,
mendewasa tanpamu begitu rumit sampai aku tak ingin dewasa.
memikirkan segala yang terjadi membuatku sangat takut untuk menjalani hidup.
tahukah engkau ibu? hidup ini begitu sulit saat aku tak boleh terlihat lemah, saat aku harus terlihat kuat diantara kesakitan kakak, kesakitan ayah dan kesakitan adek.
tahukah engkau bagaimana rasanya menekan rasa sakitku sendiri agar mereka bahagia?
agar mereka merasa mempunyai sosok ibu di rumah?
tahukan engkau bagaimana aku tersiksa dan hanya bisa menangis dalam doaku?
tahukah engkau bahwa aku selalu berdoa untukmu ibu?
aku selalu memohon kepada Allah untuk kebaikanmu,
aku memohon agar Allah memberimu cahaya yang terang.
tahukan engkau bahwa kelak aku akan menikah dan punya anak?
saat itu tiba aku masih ingin engkau di dekatku, memberi petuah tentang hidup panjang yang akan kujalani.
mungkin klise ketika aku mengatakan aku ingin merawat engkau dimasa tuamu, tapi percayalah.. jika Allah mengijinkan, aku ingin.. ingin berbakti kepadamu..
ingin mencium tanganmu dan ingin memelukmu erat.
Dari seorang anak yang merindukan kasih sayang
-Rat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar